Proposisi dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
1. Proposisi berdasarkan bentuk
- Proposisi bentuk tunggal
Adalah proposisi yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat
contohnya :
mayang seorang mahasiswi
S P
- proposisi bentuk majemuk
Adalah suatu proposisi yang terbentuk atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contohnya :
Rendi belajar menyanyi dan belajar bermain gitar
S P P
2. proposisi berdasarkan sifat
- proposisi kategorial
Adalah antara hubungan subjek dan predikat tidak memerlukan syarat khusus.
Contohnya :
Semua mobil beroda empat
- Proposisi kondisional
untuk proposisi kondisional dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu :
* Kondisional hipotesis
merupakan suatu proposisis yang terjadi akibat adanya hubungan sebab akibat.
Contohnya :
Jika matahari terbit langit akan menjadi cerah
* Kondisional disjungtive
merupakan proposisis yang mengandung pilihan atau alternative untuk dipilih.
Contohnya :
Pak Sukarno dapat disebut presiden pertama atau pejuang.
3. Proposisi berdasarkan kualitas
- Proposisi kualitas positif/afirmatif
Dimana pada proposisi ini terdapat persesuaian antara subjek dan predikat
Contohnya :
Semua dokter adalah orang pandai
- Proposisi kualitas negative
proposisi dimana tidak terdapat kesesuaian antara subjek dan predikat.
Contohnya :
semua hewan bukan ayam
4. Proposisi berdasarkan kuantitas
- Proposisi kuantitas universal atau umum
Merupakan proposisi yang biasanya diawali dengan kata yang menunjukkan sesuatu itu umum, misalnya semua, seluruhnya.
Contohnya :
Semua mahasiswa memiliki KTM
- Proposisi kuantitas spesifik
Merupakan proposisi yang diawali dengan kata yang menyatakan sebagian atau sedikit.
Contohnya :
Tidak semua mahasiswa memakai kacamata
Jenis-Jenis Proporsi
4 pola hubungan s+p
4 pola hubungan S+P:
1. Semua subjek adalah bukan semua Predikat
Contoh kalimat:
a. Semua hewan adalah bukan semua kucing
b. Semua dosen adalah bukan semua perempuan
c. Semua mobil adalah bukan semua truk
2. A. Semua subjek adalah predikat
Contoh kalimat:
a. Semua ibu adalah ibu rumah tangga
b. Semua ayah adalah laki-laki
c. Semua tumbuhan adalah ciptaan Tuhan
B. Sebagian subjek adalah predikat
a. Sebagian laki-laki adalah berkumis
b. Sebagian dosen Universitas Gunadarma adalah perempuan
c. Sebagian jumlah penduduk adalah perempuan
3. Tidak adapun subjek adalah predikat
a. Tidak ada satupun laki-laki adalah berkerudung
b. Tidak satupun tumbuhan adalah hewan
c. Tidak ada satupun hewan adalah bisa hidup sendiri
4. A. Sebagian subjek adalah sebagian predikat
a. Sebagian manusia adalah sebagian laki-laki
b. Sebagian hewan adalah sebagian hidup di darat
c. Sebagian laki-laki adalah sebagian berkumis
referensi
http://atikkwok.blogspot.com/2010/03/atik-gustini-4-pola-hubungan-subjek.html
Mengapa Harus Belajar Bahasa Indonesia?
Mengapa harus belajar bahasa Indonesia?
Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi kita kepada orang lain yang akan membentuk sebuah interaksi diantara keduanya. Bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia. Kita hidup di bumi Indonesia yang terkenal dengan berbagai suku, bahasa dan budaya. Antara wilayah dengan wilayah lain terlihat ada berbedaan bahasa diantaranya. Maka dari itu bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi dan sebagai pemersatu bahasa antara wilayah dengan wilayahnya yang lain dan juga bahasa itu bias disebut sebagai identitas suatu Negara. Identitas Negara ditujukan dari bahasa yang kita gunakan, bahasa juga merupakan jembatan bagi ilmu pengetahuan dan sebagi sumber ilmu pengetahuan
Dewasa ini bahasa Indonesia yang baik dan yang benar sudah jarang sekali digunakan oleh para remaja karena mereka biasanya menggunakan bahasa gaul dan bahasa-bahasa zaman sekarang. Ini sungguh sangat memprihatinkan karena sebagai bahasa bangasa kita sendiri seharusnya sangat penting dalam penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Seharusnya kita lebih bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Sumber
http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/23/mengapa-saya-harus-belajar-bahasa-indonesia/
penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran





